Buku Saku Nara Sumber Berbagi Praktik Baik


Sekilas tentang Nara Sumber Berbagi Praktik  Baik

 

Nara Sumber Berbagi Praktik Baik (NS BPB) adalah guru atau kepala sekolah pada Program Sekolah Penggerak, atau Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan, ataupun sekolah lainnyayang sudah memiliki praktik baik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikannya. Dengan pengalaman praktik baik dan penerapannya, mereka berbagi dan menjawab pertanyaan– pertanyaan praktis yang dihadapi satuan pendidikan yang akan menerapkan Kurikulum Merdeka.

 

NS BPB memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

 Berbagi praktik baik implementasi kurikulum merdeka sesuai dengan permintaan atau undangan dari satuan pendidikan maupun komunitas belajar baik secara daring maupun secara luring;

  • Mengunggah praktik baik dalam bentuk video atau cerita praktik baik ke aplikasi Sistem Informasi NS BPB untuk dikurasi, kemudian bila lolos kurasi diunggah ke Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang telah disediakan;
  • Mengisi jurnal berbagi setiap setelah berbagi praktik baik;
  • Menginformasikan tautan umpan balik yang dimiliki NS BPB dan meminta umpan balik dari peserta;
  • Melakukan refleksi diri dengan mengisi pertanyaan refleksi pada profil NS BPB di aplikasi pengelolaan NS BPB telah disediakan.

Strategi Berbagi Praktik
Baik

1. Dalam jaringan :
  • Melalui webinar
  • Melalui Komunitas Belajar di PMM
2. Tatap muka antara lain : 
  • Bergabung dengan Komunitas Belajar atau forum profesi
  • Bercerita dengan rekan sejawat

Media Penyampaian
Praktik Baik

1.    Video Praktik Baik
2.    Cerita Praktik Baik
 
Tahapan dalam Bercerita
  • Menentukan Ide atau fokus topik yang ingin diceritakan
  • Menyusun kerangka cerita dengan format STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Result /hasil dan Refleksi) Menuangkan ide cerita ke dalam media yang sesuai kebutuhan. 
  • Menuangkan ide cerita ke dalam media yang sesuai kebutuhan. Media dapat berupa Video ataupun
    cetak/dokumen.
Harus Dilakukan dan Tidak Boleh Dilakukan  Narasumber Berbagi Praktik Baik 

Sebelum Berbagi 

Harus Dilakukan :
  • Menanamkan dalam diri untuk berbagi tanpa pamrih
  • Melakukan koordinasi dengan pihak yang mengundang
  • Mempelajari kondisi dan situasi di tempat berbagi
  • Menumbuhkan rasa percaya bahwa apapun yang dibagikan akan memberi dampak
  • Mencari beragam sumber belajar dan merancang sesi berbagi dengan matang
  • Berpakaian sopan dan menarik
  • Hadir lebih awal di lokasi berbagi
  • Dapat berkolaborasi dengan guru lain dalam penyusunan praktik baik
  • Memiliki bahan/substansi yang akan dibagikan sebagai sebuah praktik baik

Tidak
Boleh Dilakukan
  • Merasa pesimis bahwa peserta tidak mampu melewati proses belajar
  • Melakukan sesi berbagi tanpa persiapan
  • Tidak percaya diri dengan kemampuan sendiri
  • Beranggapan bahwa praktik baik yang dibagikan dapat diaplikasikan 100% di tempat lain
  • Memaksakan diri/ memasang target untuk berbagi
  • Beranggapan bahwa praktik baiknya adalah yang terbaik

Saat Berbagi
Harus Dilakukan :
  • Menyajikan materi secara sistematis, lugas dan mudah dimengerti
  • Menyajikan materi yang komunikatif
  • Membagikan praktik baik yang aplikatif
  • Memulai sesi berbagi dengan cara yang menyenangkan dan memberi pengalaman
  • Menceritakan praktik baik dengan alur STAR (situasi, tantangan, aksi, result/hasil)
  • Dapat beradaptasi dengan kondisi yang  ada
  • Menyajikan materi dengan dukungan  media yang dapat mengakomodir modalitas belajar audien
  • Menggunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami serta tidak mengandung SARA
  • Membangun komunikasi dan interaksi yang hangat
  • Menumbuhkan rasa percaya diri peserta
  • Menjadi pendengar yang baik
  • Melibatkan peserta untuk aktif dalam diskusi
  • Menjadi teman belajar bagi peserta
  • Apresiatif dalam setiap proses
  • Mengelola waktu kegiatan dengan baik

Tidak Boleh Dilakukan
  • Memposisikan diri sebagai yang paling tahu
  • Membatasi sumber belajar peserta
  • Komunikasi satu arah
  • Menggurui
  • Menceritakan praktik baik dengan alur yang tidak terstruktur (melompat–lompat)
  • Memotong pembicaraan selama berdiskusi

Setelah Berbagi
Harus Dilakukan :
  • Terbuka terhadap umpan balik
  • Bersedia berbagi sumber belajar
  • Mengambil pembelajaran dari proses yang sudah dilakukan untuk melakukan perbaikan
  • Mendorong peserta menyesuaikan praktik baik dengan kondisi dan situasi lingkungan sekolah
  • Membangun kolaborasi berkelanjutan
  • Menyusun rencana tindak lanjut setelah berbagi

Tidak Boleh Dilakukan
  • Menghindari kritik dan saran
  • Berhenti melakukan refleksi
  • Membagikan hal negatif yang tidak dapat memberikan manfaat
  • Memutuskan komunikasi

Identifikasi Topik Berbagi
Praktik Baik: Guru

Penyusunan Modul Ajar:

1.   Analisis Capaian Pembelajaran sesuai Fase Pembelajaran, meliputi Penyusunan Tujuan Pembelajaran dan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran

2.    Pengembangan Modul Ajar

a.   Konsep Modul Ajar

b.   Pengembangan Komponen Modul Ajar

3. Pengembangan pembelajaran berorientasi pada pembelajaran berdiferensiasi



Media Pembelajaran

1.   Jenis media pembelajaran

   2. Pengembangan media pembelajaran

Bahan Ajar :

1.    Analisis substansi materi pada bahan ajar

2.    Desain bahan ajar yang menarik

   3. Aktivitas belajar pada bahan ajar

Identifikasi materi pembelajaran :

1.    Analisis Capaian Pembelajaran sesuai Fase Pembelajaran

2.    Identifikasi pokok bahasan esensial

   3. Rancangan urutan materi pembelajaran

Sumber belajar :

1.    Macam–macam sumber belajar

2.    Manfaat sumber belajar

   3.  Fungsi sumber belajar

Desain pembelajaran PAUD :

1.    Pemilihan buku tema

2.    Persiapan isi sentra sesuai tema

3.    Desain pembelajaran PAUD berbasis proyek

4.    Desain pembelajaran PAUD. Tentang keragaman

   5. Penentuan/pemilihan benda pemantik

Desain Pembelajaran SMK: Penyiapan Link & Match (8+i) :

1.    Penyelarasan Kurikulum dengan dunia kerja

2.    Pembelajaran berbasis projek riil

3.    Guru/instruktur dari dunia kerja

4.    Magang guru dan siswa di dunia kerja

5.    Sertifikasi Kompetensi guru dan siswa

6.    Update teknologi dan pelatihan bagi guru

7.   Teaching factory

8.    Komitmen keterserapan lulusan oleh dunia kerja       

9. Peran yang lain dari dunia kerja untuk pengembangan SMK


Proses
diskusi di kelas :

1.   Keaktifan peserta didik dalam berdiskusi

   2. Pengembangan aktivitas diskusi peserta didik

Pengembangan keterampilan bertanya :

1.    Stimulasi pertanyaan untuk mendorong
memunculkanya pikiran–pikiran orisinil
peserta didik

2.   Klasifikasi pertanyaan

a.  Pertanyaan Inferensial.

b.  Pertanyaan pertanyaan interpretasi.

c.  Pertanyaan pertanyaan transfer.

d.  Pertanyaan pertanyaan hipotetik

3.   Penyusunan pertanyaan pemantik

   4. Respon pertanyaan–pertanyaan dari murid

Pengembangan keterampilan berpikir kritis :

1.   Pengembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik sebagai transfer knowledge

2.   Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Critical and Creative Thinking

3.  Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Problem Solving


Penggunaan model pembelajaran :

1. Model pembelajaran Discovery–Learning

2. Model pembelajaran Problem-based Learning

   3. Model pembelajaran Project-based Learning

Umpan balik :

1.   Jenis umpan balik

2.   Manfaat umpan balik

3.   Teknik/cara pemberian umpan balik

   4. Penyampaian umpan balik yang efektif

Refleksi :

1.   Refleksi pembelajaran

2. Jenis refleksi pembelajaran

3. Tujuan refleksi pembelajaran

   4. Manfaat refleksi pembelajaran

Metode pembelajaran :

1. Macam dari metode pembelajaran

2.  Fungsi dan tujuan metode pembelajaran

3.    Penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran

   4. Penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik

Pembelajaran dengan  pemantik di PAUD :
Pembelajaran dengan memakai benda pemantik untuk   mengajak anak PAUD berdiskusi

Pembelajaran di luar rencana :

1.    Pembelajaran tidak sesuai dengan kondisi yang direncanakan

2.    Pelaksanaan pembelajaran multi subject dan multi grade


Pembelajaran SMK: Implementasi Link & Match (8+i) :

1.    Penyelarasan Kurikulum dengan dunia kerja

2.    Pembelajaran berbasis projek riil

3.    Guru/instruktur dari dunia kerja

4.    Magang guru dan siswa di dunia kerja

5.    Sertifikasi Kompetensi guru dan siswa

6.    Update teknologi dan pelatihan bagi guru

7.   Teaching factory

8.    Komitmen keterserapan lulusan oleh dunia kerja

9. Peran yang lain dari dunia kerja untuk pengembangan SMK


Rencana Asesmen dalam Modul Ajar :

1.    Asesmen Formatif

 2. Asesmen Sumatif


Perencanaan Asesmen :

1.    Perumusan tujuan asesmen.

2.    Pengembangan instrumen asesmen sesuai tujuan.

a.   Karakteristik peserta didik,

b.   Kesesuaian asesmen dengan rencana/ tujuan pembelajaran dan ujuan asesmen,

 3. Kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik.


Rancangan refleksi  pembelajaran sederhana :

1.    Penentuan tujuan refleksi

 2. Rancangan refleksi pembelajaran Pelaksanaan refleksi pembelajaran


Pembuatan rubrik :

1.    Pedoman penilaian peserta didik sebagai alat mengevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik

2.   Pedoman pada kompetensi yang harus dikuasai

3.    Penentuan kriteria atau dimensi yang akan dinilai

4.    Pembuatan rubrik bersama peserta didik

5. Penggunaan rubrik sebagai asesmen pembelajaran


Instrumen penilaian atau asesmen :

1.    Rubrik

2.    Ceklis

3.    Catatan Anekdotal

4.  Grafik Perkembangan (Kontinum)


Pengolahan hasil observasi :

1.    Pengembangan komponen observasi guru

2.    Analisis hasil observasi

 3. Deskripsi hasil analisis observasi dalam narasi laporan perkembangan anak


Asesmen SMK :

Asesmen Sumatif

1.    Asesmen PKL,

2.   Uji Unit Kompetensi (UUK)

      3. Uji Kompetensi Kejuruan (UKK)


Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila :

1.      Profil

2.    Tujuan

3.    Aktivitas

    4. Asesmen


Mengelola Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila :

1.    Mengawali kegiatan proyek profil

2.    Mengoptimalkan pelaksanaan projek profil

3.    Menutup rangkaian kegiatan proyek

    4. Mengoptimalkan keterlibatan mitra projek profil


Mengolah Asesmen dan Melaporkan Hasil Projek Penguatan  Profil Pelajar Pancasila :

     1. Mengoleksi dan mengolah hasil asesme
    2. Menyusun Rapor Proyek Profil Pelajar Pancasila

Pembelajaran Berdifferensiasi
1.    Differensiasi konten
2.    Differensiasi proses
3.    Differensiasi produk
4.  Lingkungan belajar

Pelaksanaan pembelajaran berdifferensiasi :
1.    Hasil asesmen formatif awal pembelajaran (kesiapan belajar, minat, dan profil)
2.    Kegiatan pendahuluan
3.    Inti pembelajaran
4.  Refleksi pembelajaran berdiferensiasi

Coaching Peserta Didik 
Prinsip coaching :
1.    Bermitra
2.    Proses Kreatif
3. Memaksimalkan potensi

Teknik Coaching :
1.  Coaching model GROW
2. Coaching model TIRTA

Keterampilan coaching :
1.    Keterampilan membangun dasar proses coaching
2.    Keterampilan membangun hubungan baik
3.    Keterampilan berkomunikasi
4.  Keterampilan memfasilitasi pembelajaran

Pembelajaran Sosial Emosional
Strategi Pembelajaran Sosial Emosional :
1.    Kerangka CASEL (Collaborative for the Advancement of Social and Emotional Learning)
2.    Komponen Pembelajaran Sosial Emosional (CASEL)
3.  Strategi Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional


Identifikasi Topik Berbagi Praktik Baik: Kepala Sekolah





Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

GAMESHOW QUIZ PENYESUAIAN DIRI PADA MAKHLUK HIDUP BAG 5

(Balloon Pop) SUMBER DAYA ALAM - Bagian 4